LIBERALISASI PEMILU DAN KAPITALISASI PEMILU

“Hasil Pemilu Tidak Dipengaruhi Nomor Urut Caleg Ini Sudah Pasti” Kata KPU .
Demokratisasi politik di Indonesia, melalui pemilu yang lebih liberal, membesarkan semangat berbangsa dan bernegara. Dengan Pemilu model itu akan terjadi persaingan bebas antar caleg dalam satu partai (internal partai) sekaligus bersaingan bebas antar partai (external partai), maka yang paling harus di waspadai oleh Tim Pemantau atau Pengawas Pemilu, adalah Liberalisasi Pemilu dan Kapitalisasi pemilu,
Kapitalisasi Pemilu yaitu suatu upaya untuk memenangkan pemilu dengan cara penggunaan modal dalam kampanye. Sementara ini regulasi tentang biaya kampanye secara pribadi belum diatur secara detail pasca dianulirnya salah satu pasal dalam UU tentang Pemilu olek MK. Dalam kondisi seperti ini seorang calon legislatip berlomba dengan teman separtai berlomba untuk mempopularkan dirinya sekaligus partainya, disini yang bermodal besar atau tak terbatas malah bisa money politik. Bagi yang tak bermodal tinggal usaha pendekatan kontrak sosial dengan kelompok masyakat tertemtu melalui berbagai cara, misal pengajian, kelompok tani dll atau duduk termenung menunggu nasib.
Dalam cara seperti ini yang paling dirugikan adalah Caleg pemula, caleg wanita, caleg modal dengkul.
Kapitalisasi Pemilu menghasilkan legislatif yang korup dan tidak bermoral.
Liberalisasi Pemilu dimaksudkan bahwa hasil pemilu ditentukan suara terbanyak yang diperoleh caleg, bukan ditentukan nomor urut calon.
Masih banyak afirmatif-afirmatif pada pasal tertentu dalam UU ini, masalah kelebihan suara mau dikemanakan apakah untuk khususnya pengarusutamaan kaum wanita yang tidak terakomodir secara tranparan
Mudah-mudahan liberasasi pemilu lebih dapat menghasilkan lgislatif yang lebih bermoral.
Diperkirakan dalam pemilu tahun 2009 akan muncul 9 tipe legilatif yaitu
1. Legislatif Yang bermoral dan kompetensi dibidangnya.
2. Legislatif Yang bermoral dan tidak memiliki kompetensi dibidangnya..
3. Legislatif Yang tidak bermoral dan kompetensi dibidangnya.
4. Legislatif Yang tidak bermoral dan kompetensi dibidangnya.
5. Legislatif pelengkap peserta sidang
6. Legislatif Selebritis.
7. Legislatif yang tidur waktu sidang.
8. Legislatid UUD (ujung-ujungnya Duit)
9. Legislatif D4 (datang,duduk diam, duit)
Sekarang terserah rakyat mau pilih yang mana ?
Kalau ingin punya parlemen yang cerdas bertaqwa dan bermoral serta kompeten dibidangnya pilihlah ikut hati nuranimu.

0 komentar:

Blog Edukatif

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP