Cinta menurut 92.40 MHz 11.10 05 02 09

Bercinta ibarat menunggu bis.
Bis pertama kau lambai, bis berhenti. Kamu tidak naik dengan alasan bis terlalu penuh tak cocok.
Bis kedua kau lambai, bis berhenti. Kamu tidak naik dengan alasan bis terlalu tua tak cocok.
Bis ketiga kau lambai, bis berhenti. Kamu tidak naik dengan alasan tidak ber-AC tak cocok.
Bis keempat kau lambai, bis berhenti. Kamu tidak naik dengan alasan bis katrok, kumuh, lusuh tak cocok.

Bis kelima kau lambai, bis berhenti. Kamu tidak naik dengan alasan supirnya bebas ugal-ugalan dan tak tahu lalu lintas (mungkin SIM nembak) tak cocok.
Haripun sudah mulai gelap, lampu-lampu jalan mulai menyala tanda malam akan menjelang ahkirnya apa kamu buru-buru
Bis keenam kau lambai, bis berhenti. Kamu langsung lompat naik dengan alasan hari dah malam, tapi sayang ditengah jalan baru anda tahu bis yang anda naiki salah jurusan. Anda turun kembali ke pangkalan dan cari bis lain.
Bis ketujuh kau lambai, bis tidak mau berhenti seolah sang supir tidak melihatmu, padahal ini lah bis yang anda idamkan, dan masih kosong tanpa penumpang pula, kasihan pada anda padahal sudah tengah malam.
Bis terakhir bis tua, katrok, lusuh daan kumuh kau lambai juga, bis tak berhenti. Kamu tidak naik karena ditolak oleh supir dengan alasan bis sudah penuh anak muda.
Akhir di puncak malam anda harus jalan pulang sendirian. Oh...Oh...Oh....jangan banyak pilih-pilih tebu coy...eh...eh salah, coy....jangan pilih-pilih bis, ahkirnya jalan kaki sendirian juga. (jomblo kaleeeee. He...heeeee.



0 komentar:

Blog Edukatif

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP