Mereka yang ada, aku kemana


Malam itu malam yang ditunggu, kalah atau menang oleh kami semua.

Di GOR Pangsuma Pontianak, sedang menyaksikan Pertandingan Futsal SMA Mujahidin Pontianak lawan SMAN 5 Pontianak.


Pertandingan yang tersaji berjalan sebagaimana lajimnya permaianan Futsal dengan pemain anak muda yang sangat energik, cepat, penuh ambisi menang. Demikian juga penonton yang pro dan kontra saling menunjukkan kekuatannya saling sorak sorai bergemuruh diselingi suara dengan nada-nada sumbang.


Jegggggleeerrrr...... pecahlah emosi antar suporter kedua tim dan salah paham dengan panitia penyelenggara Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAN. Akhirnya berakhir di meja Polisi.


Dering telepon pada tengah malam sampai dini hari, mereka menunggu proses verbal untuk BAP atas terjadinya dugaan perkelahian di GOR Pangsuma.


Disana, ditengah malam mereka sangat urgen ada disana, karena hobby ngembunkah, atau hanya kongko-kongko ngerumpi, .......oh sobat inilah salah satu loyalitas pengabdian tanpa pamrih, tanpa riya’ tanpa ngedumel, tanpa certa sana sini, tanpa pamer.


Yang satu ini ..


Ketika musik bernada cantik melantunkan nama-nama Allah, dan ketika hingar bingar musik cadas mengalun mendedas dada para remaja di seantero sekolah-sekolah, mereka disana sambil menggendong letih dan kantuk yang berkepanjangan, walau tanpa modal awal mereka merayap, merangkak hanya untuk membawa nama-nama dan panji-panji kehidupan SMA Mujahidin Pontianak.


Sungguh demikian mereka tetap tak memohon penghargaan dari para pembesarnya.

Akupun hanya diam ketika mereka disana, aku Cuma bangga dalam hati, kuakui memang kaulah segalanya.


Ketika Merah Putih Berkibar dengan segala acara dan kebesarannya mereka juga ada disana.


Ketika anak-anakku haus ilmu pengetahuan, ketika anakku haus komunikasi di jaring maya mereka pasti ada disana.


Pemandangan alam yang membentang panjang dari Pontianak ke Mandor, ada bukit, ada persawahan dengan padi yang sedang menguning, kolam-kolam susu, nyanyian burung yang merdu, ada tulang belulang yang berserakan dalam makam satu,dua,tiga ... dan seterusnya, disana diantara siswa yng letih tapi bahagia juga ada mereka.


Disudut-sudut hati duka anak-anakku ada juga Dia yang siap menerima curhat dari mereka.


Maaf sobatku, aku hanya menegurmu jika kamu salah melangkah, dan aku tak juga mentatihmu meskipun kamu belajar berjalan.


Aku hanya diam mengagumi kinerjamu yang sungguh aku tak bisa melakukannya sendiri.


Relamu, Pasrahmu, setiamu, senyummu, pedulimu, membuat air mataku berlinang, haru.


Alhamdulillah ! aku mempunyai kalian.

Terima Kasih Sobatku,

0 komentar:

Blog Edukatif

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP